
Apa sebenarnya cula badak itu?
Berbeda dengan cula mamalia lain yang terbuat dari tulang dan jaringan keras yang dikelilingi lapisan keratin, cula badak Hampir seluruhnya terbuat dari keratin. Keratin adalah zat yang sama yang menyusun rambut dan kuku kita. Pangkal cula menempel pada kulit badak, bukan kerangkanya.
Cula utama badak, yang dikenal sebagai cula frontal atau hidung, dapat tumbuh hingga panjang 1,5 meter pada beberapa spesies. Tanduk belakang atau belakangnya secara signifikan lebih kecil, namun masih bisa mencapai panjang yang mengesankan.
Berapa banyak cula yang dimiliki badak?
Spesies badak yang berbeda memiliki jumlah cula yang berbeda pula. Dia Badak putih dan badak hitam, keduanya berasal dari Afrika, memiliki dua tanduk. Badak putih memegang rekor cula terpanjang, dengan panjang maksimum sekitar 1,5 meter.
Selain itu, Badak India, Badak Jawa, dan Badak Sumatera, semuanya asli Asia, hanya memiliki satu cula. Cula badak ini juga cenderung lebih pendek dibandingkan badak Afrika lainnya.
- Badak putih: Dua cula
- Badak hitam: Dua cula
- Badak India: Satu cula
- Badak jawa: Satu cula
- Badak sumatera: Satu cula
Mengapa badak mempunyai cula?
Fungsi sebenarnya dari cula ini telah menjadi bahan perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, ada konsensus bahwa tanduk itu berguna berbagai keperluan penting, termasuk pertahanan, dominasi teritorial, dan ketertarikan pasangan.
Dalam hal pertahanan, cula merupakan alat yang ampuh untuk menghalangi calon predator. Burung yang memiliki tanduk lebih panjang dan kuat cenderung tidak diserang.
Tanduk dan ancaman terhadap konservasi
Sayangnya, cula badak juga menjadi sumber masalah bagi makhluk luar biasa ini. Di banyak kebudayaan, mereka secara keliru diyakini memiliki khasiat obat atau magis. Akibatnya, perburuan badak untuk diambil culanya menjadi ancaman serius bagi keberadaan mereka.
Meskipun perdagangan cula badak dilarang oleh CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah), pasar gelap terus berkembang. Meningkatnya permintaan cula badak di negara-negara tertentu telah menyebabkan a ras yang mematikan bagi hewan-hewan ini.
Bisakah cula badak tumbuh kembali?
Menghadapi ancaman perburuan liar yang terus-menerus, banyak pegiat lingkungan hidup yang terpaksa memotong cula badak untuk menghalangi pemburu. Tapi bisakah tanduk tumbuh kembali?
Anehnya, jawabannya adalah ya. Sama seperti rambut dan kuku kita, cula badak bisa tumbuh kembali jika dipotong dengan benar. Namun, ini bukanlah proses yang cepat; dapat membawa hingga tiga tahun agar cula kembali ke ukuran maksimalnya.
Meskipun penampilan mereka mengintimidasi dan kuat, badak adalah hewan lembut yang membutuhkan perlindungan dan konservasi. Memahami lebih lanjut tentang tanduk mereka dan ancaman yang mereka timbulkan terhadap kelangsungan hidup mereka adalah langkah lain menuju arah tersebut.